Trilogi Schoolaholic Princess: The Miracle Boys, Romansa Singapura, Simfoni Cinta

Search This Blog / Cari di Blog ini

Loading...

Wednesday, February 16, 2011

Homoseksual dilarang di Perjanjian Lama

Baru baca Taurat Musa soal homoseksual. Anehnya di bab ini tidak disinggung soal lesbian :P Kali dari zaman dahulu kala, laki-laki lebih "berkuasa"??? Semakin dibaca, memang sepertinya masyarakat (zaman itu) lebih mengutamakan laki-laki.

Imamat 18: 22 Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian.

Leviticus 18: 22 Do not have sexual relations with a man as one does with a woman; that is detestable

Friday, January 21, 2011

Twitter

fiksiminijogja fiksiminijogja
#bukubuku RT @embunbeningpagi: bacaan pilihan weekend : Sydney Darling Harbour dari @yunisakd TOP hati2 dengan endingnya... Selamat membaca
3 hours ago

Monday, December 13, 2010

Lamington Cake

Lamington Cake is one of Australian famous cakes. Click picture to enlarge.
Source: Shape Magazine, Dec 2010

Tuesday, August 31, 2010

Komentar dari ibunda Dr Kathryn - Tokyo

Kabar baik. Ibunda Dr Kathyrn yang lagi di Tokyo suka baca novel ini :D Wah, rekor nih, pertama kali ibu-ibu di atas 50 tidak protes soal pindah dimensi...

Ini laporan dari si anak tentang maminya:
Mamiku dah kelar tuh baca yang SDH dan katanya bagus ...asyik bacanya. Cuma dia protes, katanya halamannya ada yang lompat2, jadi halaman 66 sambung sebelahnya 69 baru balik 67 di belakang gitu, katanya. Itu sih rasanya salah percetakannya kali ya Yun?
(Anaknya sudah mewakili jawaban saya). HEHEHE

Sunday, August 15, 2010

One of the best hotel swimming pools

Crowne Plaza Newcastle, NSW, Australia
Source: pco.com

Well, the picture I found on the Internet is not as beautiful as the real landscape. The hotel is really next to the sea, the coastline promenade to jog along. The pool is clear, made for continuous 25m lap. It was such a delightful experience with my parents and sis :)

Monday, August 9, 2010

Menjawab Primadonna Angela (3)

OK, bagian terakhir untuk posting National Day. Thanks, Donna for the questions.
Banyak pertanyaan yang tidak terjawab. Saya coba sebutkan beberapa yang dirasa paling penting:
- Mengapa harus ada dua tokoh yang sempat amnesia di buku ini? Sydney dan Kumalasari. Satu saja menurut saya sudah berlebihan. Dan tanpa amnesia pun harusnya cerita masih bisa bergulir.

Kumalasari sebenarnya tidak amnesia. Hanya saja dia kaget, mengapa dunianya berbeda dari dunia yang diingatnya. Well, untuk Sydney, harus ada alasan mengapa dia menghilang 5 tahun…

- Bagaimana sebenarnya hubungan dr. Mawar dan dr. Sydney? Tidak pernah dijelaskan, hanya sempat disinggung sedikit kabarnya Sydney mengambil keperawanan Mawar, namun ia mengaku Mawar yang memerkosanya.
- Mengapa orangtua Kumala seakan percaya begitu saja pada pengakuan Mawar yang seakan menempatkan Kumalasari dalam posisi yang tidak enak?

Nah ini dia, sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Kalau kita hidup dalam posisi keluarga yang selalu disorot orang, gosip2 itu sangat cepat beredar. Begitu dengar kabar Kumala pacaran sama Sydney, otomatis orang2 yang dekat dengan keluarga Kumala, langsung cari info tentang Sydney, misal: pernah pacaran sama siapa saja. Demikian juga sebaliknya.

Masalahnya gosip kan makin diGOsok, makin SIP, Sydney dan Mawar sudah runtang-runtung dalam 5 tahun terakhir, termasuk di Amrik serumah. Nah, pembaca tentunya bisa menyimpulkan sendiri apa yang dikatakan orang-orang kepada ortu Kumala, dan apa yang dikatakan ortu Kumala kepada anaknya.

- Mengapa orangtua Sydney terkesan tidak senang pada Kumalasari? Kumalasari sempat menduga dulu Sydney pernah punya kekasih yang mirip dirinya, tapi hal ini tidak pernah benar-benar dijelaskan.

Kesan pertama dulu itu masalah beda umur (ibu Sydney mengira Kumala pas SMA itu masih SMP). Biasanya begitu kesan pertama tidak menggoda, (calon) ibu mertua pasti cari2 masalah deh… Mungkin memang harus tambah halaman lagi soal (calon) mertua-anak-(calon) menantu.

- Mengapa oh mengapa Kumalasari menjelang akhir seakan terpanggil untuk berenang? Kalau memang penulis ingin menyebabkan kecelakaan yang terjadi pada Kumalasari yang pada akhirnya mengakibatkan amnesia, bisa dengan beragam cara lainnya, kan?

Kumala menginap di hotel. Biasanya, aku dan adik2 selalu ngecek kolam renang hotel kayak apa. Ada hotel yang kolam renangnya BAGGGUUUSS banget (entah warna air, desain kolam, ukuran, lanskap). Despite winter, liat kolam itu rasanya si kolam manggil-manggil kita buat nyemplung :D

Again, Kumala nggak bener2 amnesia loh. Dia kakinya kram, terus tenggelam (plus kesamber petir). Masalahnya kalau ingatan seseorang tidak cocok dengan "kenyataan" yang diceritakan semua orang yang mengalami, tentu saja orang2 bakal bilang: oh kali dia amnesia. Orang2 tidak bakal bilang: oh dia salah dimensi :P

- Yang paling utama adalah: Bagaimana bisa Kumalasari yang sudah menikah dengan Denis dan tidak bahagia, gara2 kecelakaan di kolam renang dan amnesia, tiba-tiba masuk dalam alternate universe di mana dia menikah dengan Sydney? Hanya dijelaskan sekilas, oh barangkali ini alternate universe, dan oh, barangkali karena ada buku Artemis Fowl yang demikian, atau film yang alurnya serupa, di dunia ini pun bisa begitu.

Sebenarnya ada satu bab teori dimensi waktu yang aku buang atas permintaan reviewers karena novel ini bukan untuk pangsa sci-fi. Waktu Kumala tenggelam (dan disamber petir), rohnya terbawa ke tempat di mana manusia bisa melihat masa depan dan masa lalu (termasuk variasinya). Tapi karena bagian itu dianggap “cuma bikin mumet”, ya udah skip langsung ke Kumala bangun di dunia lain. Kalau secara film juga lebih gampang skip semua teori Quantum Physics.

Sunday, August 8, 2010

Soal Alur (Menjawab Primadonna Angela, 2)

Primadonna Angela: Banyak hal yang saya rasa mengganggu dalam buku ini. Dimulai dari alur. Kadang di masa kini, kadang di masa lalu. Padahal ditulis dengan plot linear juga saya rasa tidak akan merusak keseluruhan inti cerita.

I beg to differ, Don. Efeknya bakal beda.
Memang alur maju mundur + flash back lebih enak ditonton di film dan susah dibikin di novel
OOT:
Jem: weleh, we just discussed about this last week? hehehe
Ven and Dee: Looking back when you have just finished reading this, I think you two have a very vivid imagination. Baca novel dengan membayangkan nonton film, jadi puas gregetan sama endingnya :P Tidak semua orang bisa, termasuk saya hehehe

Adegan pertama adalah flash back Kumala saat curhat ke Inge, sahabatnya bahwa ia harus memilih satu di antara dua pria yang melamarnya. Dan Inge yang bukan teman SMA tentu saja tidak tahu hal ikhwal awalnya kok Kumala bisa kenal dengan Dr Sydney. Sementara Kumala sendiri jadi melo2 dan mengingat pertemuan pertamanya dengan kedua pria tersebut. Di sini pembaca bisa belajar banyak tentang pertimbangan Kumala soal “memilih suami” dengan status sosial keluarganya dsb.

Memang novel ini ditujukan untuk pembaca yang:
- pernah merasakan memilih di antara dua yang sama2 bagus (wink, wink)
- mengerti sulitnya jadi anak perempuan dari keluarga yang selalu disorot orang, jadi dari kecil sudah tau artinya “face value” (harfiah, not only in biz term), dan bahwa menikah itu sekali untuk seumur hidup. Sekali salah pilih, that’s it. Inilah yang membuat para wanita berusia 20-an yang membaca termehek-mehek teringat masalah tekanan sosial ini.
OOT: Run and Dee, you really understand this :P

Saturday, August 7, 2010

Menjawab Primadonna Angela soal MARITAL RAPE

Udah lama banget nggak update ini blog. Anyway, thank you Don buat pertanyaannya.
Dijawab dari yang paling penting ya.

Satu hal lagi yang menurut saya SANGAT mengganggu, adegan di halaman 128-129:
SATU--mungkinkah seorang istri tetap tidur saat suaminya melakukannya, dengan penuh nafsu pula? Saya bertanya pada lebih dari sepuluh perempuan, beberapa sudah bersuami, sisanya masih lajang, dan jawaban mereka semua adalah TIDAK MUNGKIN. Kecuali kalau istrinya dibius. Lagipula dari segi logika, kalau suami melucuti baju sang istri dan melakukannya saja sang istri masih tetap tidur, bagaimana dong cara membangunkannya?

Ralat, suami melakukannya dengan “halus”. Jadi bukan BANG, BANG, BANG. Jadi inget beberapa film termasuk Desperate Housewives – suami yang baik langsung berhenti begitu ngeliat istri tertidur dalam proses ;)
Anyway, mungkin harus dijelaskan Kumala capek, ngantuk, pusing, terus minum obat yang mengandung Codeine (bener2 tidur klepek kayak orang mati deh). Yah, editorku di Cupid tidak secerewet GPU sih heheheh :P
Kumala tidak dibangunkan oleh suami. That is the big fuss for Kumala. Dia bangun dan sadar "it" happened.

DUA--Saat sang tokoh terbangun dan tersadar bajunya sudah tidak ada lagi, mengapa bisa langsung menduga suaminya melakukan sesuatu padanya? Kalau memang ingin diarahkan ke sana, bisa dengan lebih detail dituliskan barangkali tokoh merasakan nyeri dan lebam di beberapa tempat, atau ada rasa perih.

Hehe, thanks, Don. Untuk bagian ini harusnya lebih detail deskripsi grafik fisik Kumala, tapi nggak sampai hati nulisnya. Emang harusnya digambarkan walau dalam proses tidak terasa, “efek samping” tetap ada.

TIGA--Mengenai penggunaan marital rape, yang belakangan dikaitkan tokoh dengan KDRT, menurut saya agak berlebihan, ya. Toh istrinya saat "diperkosa" tidak merasakan apa-apa. Kalaupun istri merasa keberatan, harusnya ditekankan pada dia keberatan suaminya menganggapnya sebagai pemuas nafsunya. Kalau memang mau diarahkan sebagai marital rape, lebih baik saat sang istri tidur dan terbangun kemudian menolak, suaminya tetap memaksakan kehendaknya.

Please don’t say this: Toh istrinya saat "diperkosa" tidak merasakan apa-apa.
Ini masalah consent si istri ketika suami melakukan. It is my belief that both parties must be willing to have sex. Marital rape tidak harus dengan kekerasan. Korban perkosaan yang tidak sadar saat diperkosa, apakah namanya bukan korban lagi? Suami istri juga harus saling menghormati tubuh pasangannya. Istri juga masih memiliki hak untuk sadar ketika melakukannya dengan suami. Agree?

Tuesday, November 3, 2009

Marital Rape


Source: Her World Nov 2009

My husband raped me
by Jacelyn Lim

When it first happened in 2007, we had already been married for seven years – he had been my senior at the polytechnic and my first love.

Our marriage was on the rocks because I had just discovered that he had been cheating on me with different women for years. And his ongoing infidelity was slowly ripping us apart with frequent quarrels and scuffles.

One night, he started touching my body, as he always did when he wanted sex. But sex was the last thing on earth I wanted at the time – I wasn’t even sure exactly how many women he had been with. So I pushed him away. He tried again. And I pushed him away again. That was when he became frustrated. He climbed on top of me and pressed me down roughly. I struggled but he was stronger than me. He kissed me all over and started to force himself on me. I was helpless. When he was done, he simply rolled over to his side of the bed and went to sleep, leaving me feeling traumatised.

The next morning, he behaved as if nothing unusual had happened. But I was still reeling in shock and disbelief.

What had happened to the intelligent and attentive man I had known since I was 17, the student leader whom our peers had looked up to? That night, he was a different man altogether, he was a stranger.

Full article can be read here

Wednesday, August 19, 2009

This novel can be found in Sydney library!

Surprise, surprise. I never expect that somebody actually brings a few copies of this novel for Sydney library. Thank you, mysterious kind person, whoever and wherever you are!

Monday, August 17, 2009

Rom 1:27

Further Biblical reading on homosexual (and lesbians) and its consequences (and why God allows this to happen - for the Judgment Day)
Rom 1:20-26
  • For since the creation of the world God's invisible qualities—his eternal power and divine nature—have been clearly seen, being understood from what has been made, so that men are without excuse.
    For although they knew God, they neither glorified him as God nor gave thanks to him, but their thinking became futile and their foolish hearts were darkened.
  • Although they claimed to be wise, they became fools and exchanged the glory of the immortal God for images made to look like mortal man and birds and animals and reptiles.
    Therefore God gave them over in the sinful desires of their hearts to sexual impurity for the degrading of their bodies with one another.
  • They exchanged the truth of God for a lie, and worshiped and served created things rather than the Creator—who is forever praised. Amen.
    Because of this, God gave them over to shameful lusts. Even their women exchanged natural relations for unnatural ones

-----------------

  • Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.
  • Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.
  • Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.
  • Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.
  • Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.
  • Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.
  • Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.
-----------------------------

Rom 1:27
In the same way the men also abandoned natural relations with women and were inflamed with lust for one another. Men committed indecent acts with other men, and received in themselves the due penalty for their perversion.
------------------
Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.

Verses 28-32
Furthermore, since they did not think it worthwhile to retain the knowledge of God, He gave them over to a depraved mind, to do what ought not to be done.
They have become filled with every kind of wickedness, evil, greed and depravity. They are full of envy, murder, strife, deceit and malice. They are gossips, slanderers, God-haters, insolent, arrogant and boastful; they invent ways of doing evil; they disobey their parents; they are senseless, faithless, heartless, ruthless.
Although they know God's righteous decree that those who do such things deserve death, they not only continue to do these very things but also approve of those who practice them.
----------------
Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas: penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan.
Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua, tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan.
Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya.

Wednesday, February 25, 2009

Yunisa @ Aditya FM Pekanbaru - slide show


Date: 23 Januari 2009
Bersama Robby - yang dulu interview di Morning Show bareng Nadine.

Saturday, February 7, 2009

Ada di Gramedia Mal Pekanbaru


Waktu promo Schoolaholic Princess di Gramedia Mal Pekanbaru, adik saya juga mencari novel Sydney Darling Harbour

Date taken: 23 Jan 2008
Location: Gramedia Mal Pekanbaru

Wednesday, February 4, 2009

Slide Show: Radio 91.3 Sydney Photos

http://www.radio913.com/recommendation/
Romantic Sydney Getaway



Sydney Photos @ Radio 91.3 Website (2)

Still LOL LOL LOL, hope gak sakit perut ketawa ini :D :D :D

http://www.radio913.com/recommendation/
Romantic Sydney Getaway
















Sydney Photos @ Radio91.3 website (1)

Actually I want to laugh... This is so funny... The narrator of this website is definitely MBA -- and more imaginative than me, despite I am a novelist! We all know what's going in down there ^_^

http://www.radio913.com/recommendation/
Romantic Sydney Getaway


Dear 91.3, Tourism Australia and 20th Century Fox,

Thank you for the truly Romantic Sydney Getaway. My romance blossoms because of thee…

On Day 1, you sent us up to do the BridgeClimb. What a lovely sight to tell the world that I love my boyfriend!


Ooh did I mention that the view from Four Seasons Hotel Sydney was magnificent? Take a peek…

On Day 2, we had dinner at Summit Restaurant. We were awed by the view and the foods presented to us were beautifully delicious. Just look at it…


Yunisa's starter
cold smoked "petuna" ocean trout served warm signature dish
black pepper oil, poached eggs, brioche butter toast, champagne cream broth

Yunisa's main
riverina lamb "two ways"
claypot lamb shoulder "ravioli" , roasted short "rack", poached then roasted cherries, black cherry treacle, sweet onion paste

On Day 3, Fantastic Aussie Tours awed us in the gigantic presence of Blue Mountain and we sipped a cup of tea at Bygone Beautys to enjoy the beauty of the scenic place.

We were then led to a cave adventure (and you can hear my heart beat for him) at Jenolan Caves. What a beauty…

We went to The Edge Cinema to know more about Mother Nature and we thought our love was vast…

After experiencing nature and its wonder, we laid our head at York Fairmont Resort. I let you peek our room…

You told us that our spirit will be refreshed at Scenic World and Echo Point. I'm glad it was true! Did I mention the friendly service of Tread Lightly Eco Tours?
Check out the pictures below.




On our last day, we pledged our love with a sunset cruise on Sydney Harbour with Eastsail… but it rained. We believe Nature was sad with us as we had to leave on the very next day. Sydney Harbour was breath-taking…


Thank you Tourism Australia, 20th Century Fox and Radio91.3 for this Romantic Sydney Getaway. I hope he will bring me there again *hint hint* :)

Sunday, February 1, 2009

Sydney Opera House Glam T-shirt

Well, cuma mau pamer kaus baru dengan kertip perak dan emas gambar Sydney Opera House yang kupakai pas mudik Yogyakarta akhir Januari 2009. Adik-adik n Papa bilang ini sih gaya selebriti, padahal aku suka banget gaya gini dari di Sg, jadi sering pakai gaya begini kalau jumpa pembaca hehe :D
Hat: Esprit, bought in Hong Kong 2008
T-shirt: new, no brand, Grandma bought in Bandung 2009
Gloves: new, bought in Pekanbaru 2009, Rp 29.900
Skirt: bought in Matahari, Yogyakarta in 2005 (can't remember the brand)
Boots: Bata, bought in Singapore end of 2006? (can't remember) -- haven't found good replacement

Location: Adisutjipto International Airport, Yogyakarta, Indonesia
Date: 31 January 2009

Friday, January 23, 2009

Mampir di radio Aditya FM Pekanbaru

Pertama datang, bawa cokelat n mau pamer novels hehe - can you believe that I was actually quite in a bad mood??? Demi pose di blog, harus pasang senyum no matter what!
23 January 2009

Well, well, well...
Di Pekanbaru itu, kita harus menghubungi orang yang "in charge" dan tidak bisa menitip pesan - kebanyakan pesan akan "tidak sampai"... That is what I learn. Maksudnya kacau balau deh, karena koordinator yang dulu mengatur wawancara jarak jauh Singapura-Pekanbaru ternyata resign untuk menempuh hidup baru (baca: menikah, secara harfiah). Lalu begitu mendarat, Kamis 22 Jan 09 siang, saya menelepon radio dan oleh resepsionis dijawab dengan tidak bersemangat! -- beneran, bikin "ilfil" dan tidak antusias... No cover up here, I just spill the beans out, tanpa tedeng aling-aling lagi. Nanya di mana Robby atau Nadine, jawabnya juga sekenanya. Benar2 tidak seperti yang saya harapkan - karena saya terbiasa dengan birokrasi efektif ala Singapura - kalau nitip pesan, pasti ada follow up dan resepsionisnya bersemangat. Yang ini, hopeless deh. Sori ya mbak, kesan pertama memang begitu!

Welcome to Pekanbaru, Yun -- that was what Pak Harry said. Lain ladang, lain belalang; lain lubuk, lain ikannya. Beda daerah, beda adat / behaviournya.

Sampai akhirnya, saya samperin aja radionya setelah sarapan (Jumat, 23 Jan 09). Waktu itu saya bilang ke geng saya (Kak Rus, Mag, adikku Riana): just drop the chocolate, if there is no warm reception alias gak ada sambutan, kita cabut aja. For the sake of courtesy dulu aku udah janji bakal drop by ke Aditya FM kalau aku ke Pekanbaru... Syukur-syukur bisa ketemu Robby or Nadine. If not, ya udah deh, bye-bye aja...

Rupanya Tuhan mendengarkan keluhan saya. Robby ada di kantor. HOREEEE!!! Semua yang kacau jadi membaik... I am quite pleased about that :)
Robby nanya dikit soal acara promo Schoolaholic sorenya, dan berjanji datang abis dia siaran. Lalu dia bilang masih penasaran sama novel Sakura Bersemi di Yokohama ^_^

Voila, segalanya berubah! Dengan ramah dan apologetic Robby menjelaskan masalahnya - next time better contact him directly - dan ternyata Penerbit Andi cabang Riau menghubungi bagian marketing - itulah mengapa tidak ada respons --> because you don't contact the right person.
It's a matter of whom you know, still...

Berpose di resepsionis

Yunisa & Robby & novel-novel

Ini masih melihat ke arah kamera lain

Akhir, fokus ke kamera ini

Pose akhir, Yunisa sudah ceria lagi hehehe

Wednesday, January 21, 2009

Bertemu "Mama" Juwita (KoKier)

Post Card from Juwita: The Rocks



Dear Yunisa
I hope you enjoyed your stay in Sydney
Best regards,
Ira Juwi
29/11/08

Ceritanya aku dijemput di hotel Four Season sama Juwi n misua. Terus kita makan nasi Padang di daerah deket kantor Juwi. Terus Juwi nemeni aku shopping berburu barang2 pesanan di mal deket rumahnya (foto di entry 29 Nov 2008). Terus main ke rumahnya. Terus berlayar. Terus dinner sushi train di Chinatown Sydney. (Gaya terus terus terus hehe)

Silakan klik di judul artikel kalau mau baca lengkapnya Kompas Komunitas- KoKi 21 Jan 2009 http://community.kompas.com/read/artikel/2134

Seputar KoKi
/ Home / Seputar KoKi /
CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA


Bertemu Papa dan Mama di KoKi
Yunisa - Singapura

Hai hai hai Zeverina dan KoKiers di 166 negara...


Waduh, judulnya nggak nguatin yah... Habis lagi bingung mau kasih judul apa, dan "secara" kopdarnya sudah lewat beberapa bulan... moga-moga tidak basi ceritanya untuk dimuat di KoKi...

Yang saya maksud dengan "Papa" di KoKi adalah Ki Ageng dan "Mama" adalah Juwita. Karena secara umur beliau-beliau memang angkatan orang tua saya hehe. (Dan perhatian mereka kepada saya, persis plek dengan orang tua saya sendiri).

Juwita yang keibuan

Pertemuan saya dengan Juwita (yang seperti Avy, tidak mau dipanggil Tante hihihi) terjadi karena saya memenangkan quiz mengarang 30 kata deskripsi Sydney Romantic Getaway dari sebuah radio di Singapura (lah jelas menang, kan tinggal comot adegan dari novel sendiri hehe).


Saya sempat sewot sama Suhu JC dan Juwita yang gencar-gencar menggosip soal daftar acara saya sebagai atlet (manjat jembatan, manjat Opera House, manjat Blue Mountain) yang memang ada candlelight dinner di restoran berputar dan nonton film Australia di Gold Class. Bertemu dengan Juwita in person bersama misuanya -- dan berhasil mewawancarai kisah cinta mereka (dasar penulis novel), saya jadi terinspirasi untuk mencari suami penyabar juga hahaha. Juwita menemani saya berburu oleh-oleh (kacang Macadamia, potato chips, madu pokoknya bener2 nggak keruan pesanan adik n temenku)... Juwi juga menceritakan perjuangan mendapatkan SIM dari nol yang perlu bertahun-tahun di sono.

Itu aja deh, petualangan kami tidak usah diceritakan di sini, nanti ada yang sirik :P

Salam dari yang minggu depan ke Pekanbaru, Jakarta n Yogya,

Yunisa

----------
kisah makan di resto Padang.. aku habis separo piring, Yun habis sepiring. Terus acara berlayar di teluk Rushcutters, pas hujan deres, mana aku nggak bisa berenang lagi..
Posted by: Juwita S. Rabu, 21 Januari 2009 14:42 WIB

Makan malam di sushi-train, selesainya aku ajak nginep di rumahku tapi nggak mau.. alasannya? Yun perlu salonpas, aku nggak ada stock, hihi... Pokok'e mesti sedia salonpas kalo mau kopdar sama Yun wis..
Posted by: Juwita S. Rabu, 21 Januari 2009 14:44 WIB

Radio 91.3 Romantic Sydney Getaway Nov 2008